BAGIAN DAN KONSEP KERJA PBX PADA SERVER SOFTSWITCH (KD9)
Bagian dan Konsep Kerja PBX pada Server Softswitch
PBX adalah sebuah sentral privat dengan fitur seperti sentral public yang
di gunakan oleh suatu lembaga / perusahaan dalam melayani komunikasai internet
perusahaan tersebut
Proses Kerja PBX Server Softswitch
Sebuah sistem IP PBX terdiri dari satu atau lebih telepon SIP, server IP
PBX dan secara opsional VOIP Gateway untuk terhubung ke jalur PSTN yang ada.
Fungsi PBX IP server mirip dengan cara kerja proxy server: klien SIP,
baik berupa software (softphone) atau perangkat keras berbasis ponsel,
mendaftar ke server IP PBX, dan ketika mereka ingin membuat panggilan mereka
meminta IP PBX untuk melakukan panggilan.
IP PBX memiliki daftar semua ponsel / pengguna dan alamat yang sesuai
dengan SIP mereka dan dengan demikian dapat menghubungkan panggilan internal
atau rute panggilan eksternal baik melalui gateway VOIP atau penyedia layanan
VOIP.
Konfigurasi Ekstensi dan Dial Plan pada Server Softswicth :
Pengertian Ekstensi dan Dial Plan pada Server VoIP
Dalam sintax yang digunakan di file extensions.conf , setiap tahapan
perintah dalam sebuah extension di tulis dalam format
exten = extension,priority,Command(parameter)
Kesimpulannya, sebuah "context" mempunyai nama, seperti
"john". Setiap context, kita dapat mendefinisikan satu atau lebih
"extension". Setiap extension, kita dapat mendefinisikan sekumpulan
perintah.
Komponen yang membangun tahapan perintah extension atau command line
adalah sebagai berikut :
Extension adalah label dari extension, dapat berupa sebuah string (angka,
huruf dan simbol yan diijinkan) atau pola yang harus di evaluasi secara dinamik
untuk mencocokkan dengan banyak kemungkinan nomor telepon. Setiap command line
yang menjadi bagian dari extension tertentu harus mempunyai label yang sama.
Priority biasanya berupa angka integer. Merupakan urutan dari perintah
yang harus dijalankan dalam sebuah extension. Perintah pertama yang akan
dijalankan harus dimulai dengan prioritas 1, jika tidak ada prioritas 1 maka
Asterisk tidak akan menjalankan perintah extension.
Setelah prioritas 1 di jalankan, Asterisk akan menambah prioritas ke
prioritas 2 dan seterusnya, tentunya jika tidak ada perintah yang menentukan
prioritas mana yang selanjutnya harus dijalankan.
Jika ternyata perintah selanjutnya ternyata tidak terdefinisi maka
Asterisk akan menghentikan proses menjalankan perintah walaupun masih ada
perintah dengan prioritas yang lebih tinggi.
Command atau perintah adalah "aplikasi" yang akan di jalankan
oleh Asterisk.
Parameter adalah parameter yang
harus diberikan kepada sebuah command. Tidak semua command / perintah
membutuhkan parameter, beberapa perintah dapat dijalankan tanpa parameter.
Dial Plan berfungsi sebagai routing panggilan antar ekstensi, baik yang
berada dalam satu IP-PBX (lokal) maupun antar IP-PBX, atau biasa disebut dial
trunk. Dalam Asterisk, Dial Plan diprogram dalam satu file yang bernama
extensions.conf. Secara umum, setiap ekstensi dalam Asterisk merujuk pada user
tertentu yang ter-register ke Asterisk tersebut sehingga biasanya nomor
ekstensi sama dengan id user.
Konfigurasi Ekstensi dan Dial Plan pada Server VoIP
Dial antar ekstensi pada IP-PBX
[voipkn] -->> seluruh dial plan di bawah ini hanya berlaku bagi
context ‘voipkn’
exten =>101,1,Dial(SIP/101,20) -->> Dial ext 101 dengan protokol
SIP, time out 20 detik
exten =>101,2,Hangup -->> setelah timeout dilakukan hangup
exten =>102,1,Dial(SIP/102,20)
exten =>102,2,Hangup
Pengertian dan Proses kerja PBX pada server softswitch
PBX atau private branch exchange adalah penyedia layanan telepon yang
melayani pertukaran telepon dengan pusat di dalam suatu perusahaan, dan menjadi
penghubung antara telepon dari publik ke telepon perusahaan atau jaringan
telepon dari perusahaan ke anak perusahaan lainnya di area yang lebih luas atau
untuk publik.
PBX menghubungkan antara telepon dalam perusahaan dengan jaringan
internal dan menghubungkan juga telepon dalam perusahaan dengan jaringan
telepon publik (PSTN – public switched telephone network) melalui trunk, yaitu
penghubung jalur komunikasi antara pengirim dengan penerima melalui central
office).
Jaringan ini menggabungkan telepon dengan faksimile, modem, dan hal lain
yang menjadi perpanjangan dari kemampuan PBX sistem melalui trunk. Oleh karena
itu, telepon dengan sistem PBX tidak hanya berfungsi untuk kegiatan telepon,
namun juga dapat mengirim fax atau modem akses internet.
Awalnya, keuntungan utama dengan sistem PBX ini adalah penghematan biaya
pada panggilan telepon internal; dan menghindari ‘tabrakan’ jaringan telepon
internal dalam suatu perusahaan. Dari sinilah, PBX mulai dikembangkan dan
popular.
Layanan awal yang disediakan PBX sistem tidak mencakup hunt groups, call
forwading, dan extension dialing (misal: 4632). Barulah pada tahun 1960, PBX
disimulasikan dan kemudian dikenal dengan sistem Centrex. Centrex juga melayani
fitur serupa dengan PBX yang berasal dari pusat jaringan telepon.
PBX dibedakan dari ‘sistem kunci’ yang dilakukan pengguna secara manual
ketika ia menekan nomor tujuan. Maka dari itu, secara otomatis PBX akan menuju
jalur sesuai dengan nomor yang dituju pengguna.
Sistem ini disebut dengan Hybrid systems. ‘Sistem kunci ini dibuat dengan
memilih jalur keluar khusus dengan menekan nomor eksternal. Namun, sistem PBX
memiliki kode telepon untuk menghubungkan satu saluran dengan saluran luar
(DDCO – direct dial central office), dan diikuti dengan nomor eksternal.
Sistem PBX memungkinkan pengguna untuk melakukan panggilan telepon secara
internal dan eksternal dengan menggunakan kode telepon yang telah terdaftar di
Central Office maupun di DDCO.
Sejarah
Istilah PBX pertama kali diterapkan ketika pergantian jaringan ke
operator dalam perusahaan dilakukan. Secara otomatis, sistem pergantian
elektromekanis dan beralih ke elektronik menggantikan sistem manual, PABX
(private automatic branch exchange) dan PMBX (private manual branch exchange)
yang digunakan untuk membedakan keduanya dengan sistem PBX.
Sekarang ini istilah PBX sudah dikenal luas. Istilah PBX sudah digunakan
untuk menggambarkan layanan telepon, seperti pergantian telepon sistem
in-house, baik untuk cakupan privat area, penyebaran yang lebih luas, ataupun
pertukaran jaringan telepon lainnya.
Sejak tahun 1990-an, terdapat dua perkembangan signifikan yang
menyebabkan munculnya jenis baru sistem PBX. Salah satu perkembangan tersebut
adalah besarnya pertumbuhan jaringan data dan meningkatnya pemahaman publik
mengenai packet switching.
Perusahaan tidak hanya membutuhkan packet switched pada jaringan untuk
data saja, perkembangannya perusahaan juga membutuhkan ketersediaan internet
sebagai sistem pengiriman global pada satu sistem telepon.
PBX kemudian muncul dan melahirkan VoIP PBX yang menjadikan komunikasi
semakin menarik. Secara teknis, PBX dan VoIP PBX bukanlah sistem berbeda.
Cakupan PBX yang begitu luas, kadang sulit untuk dipahami. VoIP PBX merupakan
sistem layanan khusus dalam jaringan telepon.
Faktor lainnya yang turut melahirkan sistem PBX adalah ide fokus pada
kompetensi inti. Layanan PBX cenderung sulit untuk mengatur
perusahaan-perusahaan kecil karena tidak ada kompetensi inti dalam penanganan
telepon di dalam perusahaan tersebut. Pertimbangan ini memunculkan konsep host
PBX.
Dalam host setup, PBX berada dan dikelola oleh pusat penyedia layanan
telepon, serta segala fitur dan panggilan telepon dikirim melalui internet.
Pelanggan hanya perlu mendaftarkan diri untuk menggunakan layanan, dibandingkan
harus membeli dan memelihara perangkat keras PBX yang begitu mahal. Dengan kata
lain, sistem layanan telepon dipindah dari privat menjadi Central Office.
SOAL
1. Jelaskan pengertian PBX!
2.Jelaskan cara kerjaPBX pada server softswitch
3.Sebutkan konfigurasi Ekstensi dan Dial Plan pada Server VoIP
4.Jelaskan pengertian konfigurasi ekstensi
5.Sebutkan keuntungan utama sistem PBX
JAWABAN
1.
Softswitch
(software switch) adalahperangkatutamadalamjaringantelekomunikasi yang
menghubungkanpanggilantelepondarisatusaluranteleponkesaluranteleponlainmelaluijaringantelekomunikasiatau
Internet public.
2.
Kebutuhan
perangkat VoIP :
•
ATA
(Analog Telephone Adaptor)
•
IP
Phones
•
Computer
to computer
3.
Management
Plan menanganifungsisepertiberlangganandanketetapanjasa/layanan,
dukunganoperasional, penagihandantugasmanajemenjaringanlainnyasepertiinformasi
billing.
4.
Fungsi
softswitch sebagai management plan :
•
Gateway Controller (GC) berfungsiuntukmengontrolsemuasesilayanandankomunikasi,
mengaturinteraksielemen-elemenjaringan yang lain.
•
Signaling Gateway (SG) suatujembatanantarajaringan
SS7 denganjaringan IP dibawah kendali dari MGC.SG hanya menangani pensinyalan
SS7
•
Media Gateway (MG) berfungsisebagaielemen transport
untukmerutekantrafikdalamjaringansoftswitchdanjugamengirimataumenerimatrafikdarijaringan
lain yang berbeda
•
Feature Server (FS) menggunakansumberdayadanlayanan
yang terkaitdengankomponen yang lainpada softswitch tersebut.
•
Media Server (MS) fungsinyayakni,
untukmemperkaya softswitch dengankemampuan
media. Misalnyayakniuntukmenanggapiresponsuara,
tugasituakandilakukanoleh media
server.
5.
4
kategoripadajaringansoftswitch, yaitu :
•
Protokolpengontrolpanggilanatau
VoIP Signalling
•
Protokolpengontrol
Media Gateway atau Media
•
Protokol
transport atau MGC Controller
•
ProtokolSignalling
Gateway atau SG Controller


Komentar
Posting Komentar